MAKALAH TAKSONOMI BLOOM PDF

Jika bermanfaat, Mohon di Share ya!. Gerlach dan Ely dalam Waridjan 21 mendefinisikan tujuan pembelajaran sebagai suatu deskripsi perubahan tingkah laku atau hasil perbuatan yang memberi petunjuk bahwa suatu proses belajar telah berlangsung. Selanjutnya Briggs mengatakan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan tentang apa yang harus dapat dilakukan siswa atau tentang tingkah laku bagaimana yang diharapkan dari siswa setelah ia menyelesaikan suatu program pembelajaran tertentu. Taksonomi pada dasarnya merupakan usaha pengelompokan yang disusun dan diurut berdasarkan ciri-ciri suatu bidang tertentu. Sebagai contoh, taksonomi dalam bidang ilmu fisika menghasilkan pengelompokan benda kedalam benda cair, benda padat, dan gas. Taksonomi dalam bidang ilmu botani mengelompokkan tumbuhan berdasakan karakteristik tertentu, misalnya kelompok tumbuhan bersel satu dan tumbuhan bersel banyak.

Author:Dounris Dulmaran
Country:Monaco
Language:English (Spanish)
Genre:Relationship
Published (Last):18 November 2015
Pages:159
PDF File Size:6.37 Mb
ePub File Size:18.76 Mb
ISBN:744-1-54061-688-9
Downloads:30526
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kigalkree



Jika bermanfaat, Mohon di Share ya!. Gerlach dan Ely dalam Waridjan 21 mendefinisikan tujuan pembelajaran sebagai suatu deskripsi perubahan tingkah laku atau hasil perbuatan yang memberi petunjuk bahwa suatu proses belajar telah berlangsung. Selanjutnya Briggs mengatakan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan tentang apa yang harus dapat dilakukan siswa atau tentang tingkah laku bagaimana yang diharapkan dari siswa setelah ia menyelesaikan suatu program pembelajaran tertentu.

Taksonomi pada dasarnya merupakan usaha pengelompokan yang disusun dan diurut berdasarkan ciri-ciri suatu bidang tertentu. Sebagai contoh, taksonomi dalam bidang ilmu fisika menghasilkan pengelompokan benda kedalam benda cair, benda padat, dan gas. Taksonomi dalam bidang ilmu botani mengelompokkan tumbuhan berdasakan karakteristik tertentu, misalnya kelompok tumbuhan bersel satu dan tumbuhan bersel banyak.

Taksonomi tujuan pembelajaran adalah pengelompokan tujuan pembelajaran dalam kawasan kognitif, afektif dan psikomotorik. Sebagai seorang pendidik, maka guru perlu memahami berbagai taksonomi tujuan untuk memperoleh wawasan yang lebih luas tentang tujuan pembelajaran, dan dapat memilih mana yang sesuai dengan mata pelajaran yang diasuh dan kegiatan pembelajaran yang dirancangnya.

Taksonomi tujuan pembelajaran diperlukan dengan pertimbangan sebagai berikut: Perlu adanya kejelasan terminology tujuan yang digunakan dalam tujuan pembelajaran karena tujuan pembelajaran berfungsi untuk memberikan arah kepada proses belajar dan menentukan perilaku yang dianggap sebagai bukti hasil belajar.

Sebagai alat yang akan membantu guru dalam mendeskripsikan dan menyusun tes, teknik penilaian dan evaluasi. Komponen Tujuan Pembelajaran Mager dalam Dick dan Carey mengemukakan bahwa dalam penyusunan Tujuan Pembelajaran harus mengandung tiga komponen, yaitu; 1 perilaku behavior , 2 kondisi condition , dan 3 derajat atau kriteria degree.

Instructional Development Institute IDI menambahkan satu komponen yang perlu juga dispesifikasikan dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran, yaitu sasaran audience , sehingga rumusan tujuan itu menjadi empat komponen, yaitu: a Audience b Behavior, c Conditions, d Degree. Komponen-komponen tersebut lebih mudah diingat dengan bantuan mnemonik ABCD. Perilaku ini terdiri atas dua bagian penting, yaitu kata kerja dan objek.

Tingkat keberhasilan ditunjukkan dengan batas maksimal dari penampilan suatu perilaku yang dianggap dapat diterima. Di bawah batas itu berarti siswa belum mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Penggunaan Taksonomi dalam tujuan pembelajaran Taksonomi tujuan pembelajaran dibagi menjadi tiga kawasan atau kelompok, yaitu kawasan Kognitif, Afektif, dan Psikomotor.

Taksonomi Bloom mengelompokkan tujuan kognitif kedalam enam kategori. Keenam kategori ini mencakup kompetensi keterampilan intelektual dari yang sederhana, yaitu tingkat pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis sampai dengan yang paling kompleks yaitu tingkat evaluasi.

Tujuan kogitif selalu digunakan didalam proses pembelajaran. Berikut ini dikemukakan contoh penggunaan tujuan kognitif dalam merumuskan tujuan pembelajaran dengan menggunakan kata kerja atau kalimat yang operasional, yang dapat anda jadikan pedoman didalam menyusun tujuan pembelajaran sesuai materi pelajaran yang anda berikan.

Untuk lebih jelasnya silahkan anda baca dan pahami serta ikuti cara penggunaaannya sebagaimana contoh berikut ini: Kategori Contoh dan Kata Kunci Mengingat: mengingat data atau informasi dari ingatan jangka panjang Contoh: sebutkan nama-nama anggota keluargamu!

Kata kunci: mengidentifikasi dan mengingat kembali Pemahaman: mengkonstruksi pemahaman dari pesan-pesan pembelajaran yang bersifat lisan, tulisan, gambar. Contoh: kelompokkan daun-daun ada di halaman sekolah berdasarkan ukurannya Kata kunci: mengklarifikasi, menguraikan, menyajikan, menerjemahkan, mengilustrasikan, mengkategorikan, menggolongkan, mengabstaksikan, menggeneralisasi, menyimpulkan, meramalkan, menyisipkan, memperkirakan, mengkontraskan, memetakan, menyesuaikan, mengkonstruksi, dan membuat model.

Aplikasi: Menyelesaikan atau menggunakan prosedur untuk menyelesaikan suatu pekerjaan di kelas. Contoh: menggunakan jari atau benda untuk berhitung Kata kunci: menyelesaikan dan menggunakan Analisis: memisahkan materi atau konsep menjadi bagian-bagian dan menentukan bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubungan satu sama lain sehingga menjadi satu struktur atau tujuan Contoh: Padukanlah potongan-potongan gambar ini menjadi gambar sebatang pohon kelapa!

Kata kunci: membedakan, memfokuskan, memilih, menemukan, membuat hubungan, memadukan, menjelaskan, menguraikan, menyusun, dan menyusun kembali. Evaluasi: membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar-standar. Contoh: Buatlah percobaan apakah batu tenggelam di dalam air!

Kata kunci: mengkoordinasikan, mendeteksi, monitoring, menguji, dan memutuskan. Menciptakan: meletakkan berbagai elemen ke dalam suatu bentuk yang koheren atau fungsional, atau menyusun elemen-elemen ke dalam satu bentuk atau struktur baru Contoh: Buatlah gambar rumah lengkap dengan halamannya dengan balok.

Kata kunci: Membuat hipotesis, merancang, dan mengkontruksi. Dengan kata lain, Ranah ini memasukkan perilaku, dan perilaku kita menghubungkan segala sesuatunya dengan emosi kita, seperti, perasaan, nilai-nilai, apresiasi, antusiasme, motivasi, dan sikap.

Krathwohl mengelompokkan tujuan afektif ke dalam 5 kelompok. Kelima kelompok besar kategori disajikan di bawah ini, dimulai dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Kategori Contoh dan kata kunci Menerima fenomena: kepedulian, kemauan untuk mendengar, perhatian khusus Contoh: mengikuti aturan dalam bermain Kata kunci: tanya, pilih, jelaskan, ikuti, berikan, pegang, identifikasi, tentukan lokasi, arahkan kepada, pilih, duduk, tegakkan badan, jawab, gunakan Memberikan respon kepada fenomena: partisipasi aktif di sisi pembelajar.

Memperhatikan dan bereaksi terhadap fenomena tertentu. Hasil belajar dapat menekankan pada kesepakatan dalam memberikan tanggapan, kemauan untuk merespon, ataupun kepuasan dalam memberikan tanggapan motivasi Contoh: Berpartisipasi dalam kerja kelompok.

Kata kunci: jawab, bantu, setuju, pastikan, diskusikan, salam, tolong, beri nama, tampilkan, praktekkan, sajikan, baca, baca keras-keras, laporkan, pilih, beritahu, tulis. Penghargaan: penghargaan ataupun nilai yang diberikan seseorang kepada obyek, fenomena, atau perilaku tertentu. Hal ini mulai dari sekedar menerima sampai dengan pernyataan komitmen yang sungguh-sungguh.

Menilai didasarkan pada internalisasi akan satu set nilai-nilai tertentu, sementara itu, ciri-ciri dari nilai ini ditunjukkan oleh perilaku terbuka siswa dan seringkali dapat diidentifikasikan Contoh: menghargai guru, orang tua, dan teman Kata kunci: lengkapi, tunjukkan, bedakan, jelaskan, ikuti, bentuk, awali, undang, gabung, beri alasan, ajukan, baca, laporkan, pilih, bagi, pelajari, kerja Pengorganisasian: mengorganisasikan nilai-nilai dengan mengontraskan nilai-nilai yang berbeda, memecahkan masalah yang ada diantara nilai-nilai tersebut, dan menciptakan sistem nilai yang unik.

Penekanan ada pada membandingkan, mengaitkan, dan mensintesakan nilai-nilai. Contoh: memegang janji mengikuti aturan di kelas Kata kunci: pegang, mengubah, mengatur, mengkombinasikan, membandingkan, melengkapi, mempertahankan, menjelaskan, memformulasikan, generalisasi, identifikasi, integrasikan, modifikasi, urutkan, organisasikan, siapkan, kaitkan, sintesa Internalisasi nilai-nilai pembentukan karakter : memiliki sistem nilai yang mengontrol perilaku mereka.

Perilaku mereka adalah tidak mudah menyerah, konsisten, dapat diterka, dan yang paling penting, karakteristik seorang pembelajar. Tujuan instruksional terarah pada pola umum penyesuaian siswa pribadi, sosial, emosional Contoh: Memperlihatkan sikap mandiri pada saat harus bekerja sendiri. Dapat bekerja sama dalam kegiatan grup memperlihatkan kerja tim. Kata kunci: bertindak, bedakan, tunjukkan, perlihatkan, pengaruhi, dengar, modifikasi, tunjukkan, praktekkan, ajukan, kelompokkan, tanyakan, revisi, layani, pecahkan, buktikan kebenaran.

Termasuk dalam ranah psikomotorik ini adalah gerakan fisik, koordinasi, dan penggunaan area ketrampilan motorik. Pengembangan ketrampilan ini memerlukan latihan dan dalam pelaksanaannya akan diukur dalam istilah kecepatan, ketepatan, jarak, prosedur, ataupun teknik.

Menurut Simpson ada tujuh kategori. Tujuh kategori disajikan di bawah ini, mulai dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling rumit: Kategori Contoh dan Kata Kunci Persepsi: kemampuan untuk menggunakan tanda-tanda sensor untuk mengarahkan kegiatan motorik. Ini dimulai dari stimulasi sensor, melalui tanda seleksi, sampai dengan terjemahan.

Contoh: mengaitkan kegiatan melempar dan menangkap bola Kata kunci: pilih, jelaskan, deteksi, bedakan, identifikasi, pisahkan, kaitkan, seleksi. Penetapan: kesiapan untuk bertindak. Termasuk di dalamnya kumpulan mental, fisik dan emosional.

Kata kunci: mulai, tunjukkan, jelaskan, bergerak, lanjutkan, bereaksi, tampilkan, menyatakan, sukarela. Tanggapan Terkendali: merupakan tahap-tahap awal dalam mempelajari ketrampilan yang sulit, termasuk dalam tahap ini adalah imitasi dan coba-coba trial and error.

Penampilan akan cukup memadai apabila terus berlatih. Contoh: mencontoh bentuk-bentuk yang telah dikenalkan, mengikuti pola-pola yang telah dipelajari. Kata kunci: mengopi, melacak, mengikuti, bereaksi, produksi ulang. Mekanisme: ini merupakan tahap perantara dalam mempelajari suatu ketrampilan yang sulit. Tanggapan hasil belajar harus menjadi kebiasaan dan gerakan dapat dilakukan dengan percaya diri dan mahir Contoh: mengukur meja dengan rol atau jengkal Kata kunci: satukan, bangun, kalibrasi, konstruksi, bongkar, tunjukkan, kencangkan, perbaiki, giling, panaskan, manipulasi.

Penguasaan ditunjukkan dengan penampilan yang cepat, akurat, terkoordinasi dengan baik, hanya membutuhkan energi yang minimum.

Termasuk dalam kategori ini adalah penampilan tanpa ragu-ragu, penampilan secara otomatis. Contohnya, para pemain terkadang mengeluarkan suara untuk menunjukkan kepuasan ataupun kata seru pada saat memukul bola tenis atau melempar bola karena mereka tahu dari apa yang dilakukan, hasil apa yang akan didapat.

Contoh: Menyatukan irama lagu dengan gerakan Kata kunci: satukan, bangun, kalibrasi, konstruksi, bongkar, tunjukkan, kencangkan, perbaiki, giling, panaskan, manipulasi. Adaptasi: ketrampilan dikembangkan dengan baik dan individu dapat memodifikasi pola pergerakan agar sesuai dengan persyaratan tertentu.

Contoh: dapat menggunakan alat permainan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Kata kunci: adaptasi, ubah, berubah, susun kembali, organisasikan kembali, revisi, variasikan. Awal permulaan: menciptakan pola pergerakan yang baru agar sesuai dengan situasi tertentu ataupun masalah khusus. Hasil belajar menekankan kreativitas yang didasarkan atas ketrampilan yang sangat terlatih. Contoh: menciptakan bangunan baru. Apa yang ditampilkan mungkin kualitas rendah.

Contoh: membuat hasil karya sendiri setelah mengikuti pelajaran, ataupun membaca mengenai hal tersebut. Beberapa kekeliruan tampak jelas. Contoh: memproduksi benda-benda yang sesuai dengan tema dengan menggunakan balok, puzzle atau plastisin. Misalkan: Dapat bemain simpai atau menari dengan terampil.

Menurut Harrow : Harrow menyusun tujuan psikomotor secara hierarkhis dalam lima tingkat sebagai berikut: 1 Meniru. Tujuan pembelajaran pada tingkat ini diharapkan siswa dapat meniru suatu perilaku yang dilihatnya. Tujuan pembelajaran pada tingkat ini menuntut siswa untuk melakukan suatu perilaku tanpa bantuan visual, sebagaimana pada tingkat meniru. Tetapi diberi petunjuk berupa tulisan atau instruksi verbal. Tujuan pembelajaran pada level ini siswa mampu melakukan suatu perilaku tanpa menggunakan contoh visual maupun petunjuk tertulis, dan melakukannya dengan lancar, tepat, seimbang dan akurat.

Tujuan pembelajaran pada level ini siswa mampu menunjukkan serangkaian gerakan dengan akurat, urutan yang benar, dan kecepatan yang tepat. Tujuan pembelajaran pada tingkat ini siswa mampu melakukan gerakan tertentu secara spontan tanpa berpikir lagi cara melakukannya dan urutannya. Benyamin, et. Taxonomy of Educational Objectives.

New York. Briggs, L. Instructional Design. NewJersey: Educational Technology Publ. Dick, W. The Systematic Design of Instruction. Soekartawi, Mengajar yang Efektif.

Jakarta: Pustaka Jaya. Suparman, Atwi. Desain Instruksional. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

EL DIABLO SUELTO PARTITURA GUITARRA PDF

Makalah Taksonomi Bloom.docx

Tujuan tersebut harus diberitahukan kepada para siswa. Secara istilah, Taksonomi dapat diartikan sebagai pengelompokan suatu hal berdasarkan tingkatan tertentu. Di mana taksonomi yang lebih tinggi bersifat lebih umum dan taksonomi yang lebih rendah bersifat lebih spesifik. Taksonomi disusun oleh satu tim yang diketuai oleh Benyamin S. Sejarahnya bermula ketika pada awal tahun an, dalam Konferensi Asosiasi Psikolog Amerika, sebagai kelanjutan kegiatan serupa tahun , Bloom dan kawan-kawan mengemukakan bahwa persentase terbanyak butir soal evaluasi hasil belajar yang banyak disusun di sekolah hanya meminta siswa untuk mengutarakan hafalan mereka. Artinya, masih ada taraf lain yang lebih tinggi. Bloom, Englehart, Furst, Hill dan Krathwohl kemudian pada tahun merumuskan ada tiga golongan domain atau kawasan.

ATC 7110.65 PDF

Download Makalah Pendidikan Taksonomi Bloom PDF

Ketiga aspek tersebut kembali dibagi lagi menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hierarkis bertingkat , mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks. Makalah pendidikan mengenai Taksonomi Bloom akan dibahas dalam kosngosan kali ini. Kamu bisa mendownload materi ini setelah kita bahas terlebih dahulu mengenai apa itu taksonomi bloom dalam pendidikan. Check these out!

Related Articles