MAJALAH TEMPO REKENING GENDUT PERWIRA POLISI PDF

Semuanya dirangkum menjadi satu tanpa batas dan waktu 29 June Majalah Tempo: Rekening Gendut Perwira Polisi Kalau polisi tak mampu membersihkan diri dari korupsi, jangan berharap merebut simpati publik. Hal ini perlu dikemukakan karena Kepolisian Republik Indonesia seolah tak berubah kendati era reformasi sudah berusia lebih dari sepuluh tahun. Yang sedikit menunjukkan kemajuan adalah kesigapan menangani kasus, melayani perizinan, dan menjaga ketenteraman. Tapi polisi belum memenuhi dambaan masyarakat ini: memberantas korupsi di tubuhnya.

Author:Grojinn Toramar
Country:Morocco
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):19 July 2017
Pages:75
PDF File Size:15.1 Mb
ePub File Size:9.22 Mb
ISBN:220-1-73466-449-7
Downloads:44725
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulkisho



Sumber: kompas. Majalah bergambar kartun polisi itu tidak ditemukan beredar seperti biasanya. Menurut salah seorang agen koran dan majalah di Sentra Bursa Media, Jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat, majalah Tempo yang biasa disetor ke lapaknya tiap Senin subuh ludes diborong oleh sekelompok orang yang diduga polisi. Pedagang berusia sekitar an itu awalnya enggan membeberkan secara rinci siapa pemborong majalah Tempo itu.

Dia mengatakan agak takut-takut karena pemborong tersebut tampak seperti polisi. Dia menuturkan, empat orang tersebut datang pagi-pagi sekali dan langsung memborong semua majalah Tempo yang ada di semua lapak agen di Sentra Bursa Media. Semua majalah Tempo itu lantas dibawa menggunakan sebuah mobil berjenis sedan. Pengamatan Kompas.

Menurut pedagang tersebut, tiap lapak agen minimal mengambil majalah Tempo tiap terbit. Pedagang itu mengaku menerima borongan itu lantaran ditawar dengan harga tinggi. Meski enggan merinci berapa total semua harga majalah Tempo yang diborong oleh terduga oknum polisi itu, dia mengatakan bahwa harganya jauh di atas harga normal.

Hal serupa dikatakan oleh agen lainnya di lokasi yang sama. Namun, ia enggan berterus terang soal pemborong tersebut. Menurut penuturan pedagang lainnya, siang tadi juga sempat datang seorang polisi berseragam lengkap yang hendak membeli majalah serupa. Selain berseragam lengkap, polisi tersebut datang dengan menggunakan sebuah mobil sedan polisi. Cuma nanya aja, masih ada enggak? Sumber: Tempointeraktif. Buat biaya penanganan kasus, ia melanjutkan, polisi hanya memperoleh anggaran Rp 20 juta per perkara.

Setiap kepolisian sektor-unit kepolisian di tingkat kecamatan-hanya diberi anggaran dua perkara per tahun. Dokumen yang memuat lalu lintas keuangan petinggi Polri itu beredar di tangan para perwira polisi dan jadi bahan gunjingan di Trunojoyo-Markas Besar Kepolisian. Soal ini, juru bicara Pusat Pelaporan, Natsir Kongah, tak mau berkomentar. Pada , melalui rekening pribadi dan rekening anaknya, mantan ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri itu mendapatkan setoran Rp 54 miliar, antara lain, dari sebuah perusahaan properti.

Daftar yang sama memuat, antara lain, nama Komisaris Jenderal Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal yang kini ditahan sebagai tersangka kasus korupsi. Dimintai konfirmasi soal nama-nama jenderal polisi pemilik rekening itu, Ito Sumardi secara tidak langsung membenarkan. Menurut dia, perwira-perwira itu termasuk dalam daftar 21 perwira pemilik rekening mencurigakan. Ia mengatakan telah menerima perintah Kepala Kepolisian Jenderal Bambang Hendarso Danuri buat melakukan klarifikasi terhadap para perwira tersebut.

Cerita soal rekening janggal milik jenderal kepolisian juga pernah muncul pada akhir Juli Ketika itu, 15 petinggi kepolisian diduga memiliki rekening tak wajar. Termuat dalam dokumen yang diserahkan Kepala PPATK Yunus Husein kepada Jenderal Sutanto, Kepala Kepolisian ketika itu, sejumlah petinggi kepolisian diduga menerima aliran dana dalam jumlah besar dan dari sumber yang tak wajar.

Sebuah rekening bahkan dikabarkan menampung dana Rp miliar. Namun kasus ini hilang dibawa angin. Terletak di Jalan M. Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, satu rumah utama, tiga rumah tambahan, plus satu bangunan untuk petugas keamanan berdiri di tanah seluas 3. Air kolam renang yang cukup luas di halaman belakang berkilau memantulkan sinar matahari.

Badrodin, yang kini menjabat Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian, adalah satu di antara sejumlah perwira yang melakukan transaksi mencurigakan. Disebutkan dana tunai pembayaran premi berasal dari pihak ketiga. Sebab, penghasilan Badrodin setiap bulan berkisar Rp 22 juta, terdiri atas Rp 6 juta gaji, Rp 6 juta penghasilan dari bisnis, dan Rp 10 juta dari kegiatan investasi. Hasil analisis rekening Badrodin juga memuat adanya setoran dana rutin Rp 50 juta setiap bulan pada periode Januari Juli Ada pula setoran dana Rp juta.

Dalam laporan itu disebutkan setoran-setoran tidak memiliki underlying transaction yang jelas. Dimintai konfirmasi, Badrodin Haiti mengaku tidak berwenang menjawab. Komisaris Jenderal Ito Sumardi menyatakan timnya masih menunggu sejumlah dokumen pelengkap dari Badrodin.

Rumahnya di Perumahan Areman Baru, Tugu, mewah, di atas tanah seribu meter persegi. Tempo, yang menyambangi rumah Wenas di perumahan elite di Depok, Kamis pekan lalu, melihat dua Toyota Alphard dan satu sedan Toyota Camry terparkir di halaman rumah. Kepada Tempo yang mewawancarainya, Wenas menolak tuduhan melakukan transaksi ilegal melalui rekeningnya.

Selama periode , Susno telah menerima kiriman fulus dari tiga orang itu Rp 3,97 miliar. Muhammad Assegaf, kuasa hukum Susno, menyatakan tidak pernah membahas soal transaksi mencurigakan punya kliennya. Di berbagai kesempatan sebelum ditahan, Susno berkali-kali membantah melakukan transaksi yang melanggar aturan.

Menurut sumber Tempo, Umar pada Juni memiliki dana Rp 4,5 miliar. Duit disimpan dalam bentuk reksa dana dan deposito di Bank Mandiri. Sumber dana, menurut analisis transaksinya, diduga berasal dari setoran-setoran terkait dengan pengurusan STNK. Di Makassar, Umar memiliki dua rumah besar dan empat mobil. Dua tahun lalu perwira pertama polisi ini mencalonkan diri dalam pemilihan Bupati Enrekang, Sulawesi Selatan.

Untuk itu, ia mengundurkan diri dari kepolisian dengan pangkat terakhir ajun komisaris besar polisi. Pada pemilihan kepala daerah, ia gagal. Soal tudingan bermain saat masih berdinas, Umar membantahnya. Dia mengaku tidak pernah mengelola langsung uang negara dari pengurusan STNK.

Pada 15 September , dia menutup rekening dengan saldo terakhir Rp 5,39 miliar. Edward mempersoalkan asal-usul data itu. Ito Sumardi menyatakan tak mempersoalkan kekayaan Edward. Kendati dibantah dari pelbagai penjuru, anggota Komisi Kepolisian, Adnan Pandupradja, menilai laporan dugaan transaksi mencurigakan harus mendapat perhatian serius dari Kepala Kepolisian.

Tanpa kejelasan pengusutan rekening-rekening itu, kata dia, citra kepolisian akan semakin terpuruk. Neta S. Pane, Ketua Indonesia Police Watch, mendorong upaya pembuktian terbalik dari perwira yang memiliki rekening mencurigakan. Sebab, ia menyatakan jenderal yang memiliki kekayaan melimpah patut dipertanyakan.

DER ROSENKAVALIER LIBRETTO PDF

Tempo: Rekening Gendut Perwira Polisi

Data aitu disalin dari lima lembar laporan transaksi berbentuk tabel di rekening mereka sepanjang Isi rekening tersebut bervariasi, dari Rp 1 miliar sampai Rp 54 miliar. Dikategorikan mencurigakan karena penghasilan mereka tak sampai Rp 10 juta per bulan. Dokumen ini sampai ke tangan redaksi Tempo pada pertengahan Mei

JERRY COKER IMPROVISING JAZZ PDF

Tersudut Rekening Gendut

Nama Budi Gunawan sebelumnya pernah disebut-sebut memiliki rekening gendut. Budi Gunawan dilaporkan telah melakukan transaksi keuangan yang mencurigakan dari sumber yang tidak jelas dengan nilai puluhan miliar. Tak hanya Budi Gunawan, sejumlah perwira polisi lainnya dilaporkan dalam hal yang sama. Enam perwira tinggi serta sejumlah perwira menengah melakukan "transasi yang tidak sesuai profil" alias melampaui gaji bulanan mereka. Siapa saja mereka? Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.

DIFFERENT ESCAPING THE COMPETITIVE HERD BY YOUNGME MOON PDF

Majalah Tempo edisi ‘Rekening Gendut Perwira Polisi’ Diborong

Sakora Of the two contradictory aspects, one must be principal and the other secondary. But they also possess the character of identity and genddut are interconnected. As a result of these struggles, the new aspect changes from being minor to being major and rises to predominance, while the old aspect changes from being major to being minor and gradually dies out. Thus, Stalin analysed the universality of contradiction in imperialism, showing why Leninism is the Marxism of the era of imperialism and proletarian revolution, and at the same time analysed the particularity of tsarist Russian imperialism within this general contradiction, showing why Russia became the birthplace of the theory and tactics of proletarian revolution and how the universality of contradiction is contained in this particularity. Then, in addition to open and barefaced reactionary idealism, vulgar evolutionism emerged among the bourgeoisie to oppose materialist dialectics. Our dogmatists do not have this attitude in study and therefore can never get anything right. Apakah kalau kita berbahasa Indonesia, kita dianggap orang dusun?

Related Articles