KERATOSIS SEBOROIK ADALAH PDF

Keratosis seboroik memiliki banyak manifestasi klinik yang bisa dilihat, dan keratosis seboroik ini terbentuk dari proliferasi sel-sel epidermis kulit. Keratosis seboroik dapat muncul dalam berbagai bentuk lesi, bisa satu lesi ataupun tipe lesi yang banyak atau multipel. Walaupun tidak ada faktor etiologi khusus yang dapat diketahui, keratosis seboroik lebih sering muncul pada daerah yang terpapar sinar matahari, terutama pada daerah leher dan wajah, juga daerah ekstremitas. Status dermatologi yang dapat dilihat adalah berbatas tegas, berwarna kecoklatan atau hiperpigmentasi, dan sedikit meninggi disbanding permukaan kulit sehingga penampakan keratosis seboroik seperti tertempel dalam permukaan kulit. Kebanyakan dari keratosis seboroik memiliki permukaan seperti veruka, dengan konsistensi yang halus atau lembut. Walaupun biasanya diameter lesi keratosis seboroik berkisar dalam hitungan beberapa millimeter saja, tetapi ada beberapa lesi yang dapat mencapai ukuran diameter dalam sentimeter.

Author:Gabar Kami
Country:Eritrea
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):22 April 2010
Pages:52
PDF File Size:14.11 Mb
ePub File Size:7.69 Mb
ISBN:615-2-83940-274-5
Downloads:40125
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tygom



Dokter juga dapat menggunakan alat dermoskopi, yaitu kaca pembesar khusus untuk mengidentifikasi penyakit ini. Jika hasilnya menunjukkan adanya sel kanker, maka benjolan tersebut adalah Melanoma dan dokter akan menyarankan terapi yang sesuai. Penyebab Keratosis bersifat idiopatik karena dokter masih belum menemukan penyebab pasti. Namun, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan peluang terjadinya Keratosis Seboroik, seperti: Usia — semakin tua semakin berpeluang Riwayat keluarga — mempunyai anggota keluarga yang pernah mengalami Keratosis Seboroik Terlalu banyak terpapar sinar matahari Ras kulit putih Terapi hormon esterogen Gejala Keratosis Seboroik Sebagai sebuah masalah kelainan kulit, tentu saja pertumbuhan Keratosis Seboroik bisa diketahui oleh penderitanya dengan melihat adanya perubahan pada kulit.

Perubahan kulit tersebut memiliki gejala tertentu bila memang Keratosis Seboroik Berikut ini adalah beberapa gejala Keratosis Seboroik: Berawal dari benjolan kecil Benjolan berkembang menjadi lebih tebal Berbentuk oval atau bulat Permukaan tidak rata atau kasar Umumnya tidak disertai dengan rasa gatal atau nyeri Apabila benjolan tersebut mudah berdarah atau berkembang sangat cepat, maka Anda patut curiga bila itu adalah kanker kulit.

Pada tahap pertama, diagnosis yang akan dilakukan oleh dokter adalah menanyakan informasi terkait pada pasien termasuk gejala yang dialami. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mengamati benjolan kecil tersebut. Jika dokter masih belum bisa memastikan apakah benjolan itu adalah Keratosis Seboroik, maka tindakan diagnosis yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan biopsi. Tindakan biopsi memerlukan pengangkatan jaringan pada benjolan yang diduga Keratosis Seboroik.

Selanjutnya, jaringan akan diperiksa di laboratorium oleh ahli histopatologi dengan menggunakan mikroskop. Komplikasi Keratosis Seboroik Kutil tua atau Keratosis Seboroik yang digaruk akan mengakibatkan kulit mengalami pendarahan atau pembengkakan.

Komplikasi Keratosis Seboroik juga bisa menyebabkan infeksi kulit. Apabila terjadi infeksi sekunder oleh bakteri, dokter akan memberikan krim antibiotik.

Pengobatan Keratosis Seboroik Sebebarnya, Keratosis Seboroik tidak memerlukan pengobatan karena tidak berbahaya bagi tubuh. Pengobatan dilakukan dengan alasan estetik dan apabila mengganggu penampilan. Ada beberapa pilihan tindakan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter untuk mengobati Keratosis Seboroik, yaitu: 1. Cryosurgery Cryosurgery adalah tindakan membekukan jaringan di luar tubuh dengan menggunakan nitrogen cair yang sangat dingin. Cairan nitrogen dapat menghancurkan jaringan sehingga Keratosis Seboroik bisa rontok dan hilang.

Electrocautery Tindakan ini menggunakan arus listrik untuk menghilangkan Keratosis Seboroik. Cara ini juga dianggap cukup efektif seperti Cryosurgery. Akan tetapi, tindakan ini bisa meninggalkan bekas luka yang membutuhkan waktu lama untuk bisa hilang. Kuretase Kuretase bertujuan untuk mengikis permukaan kulit dengan alat khusus. Tindakan pengobatan ini umum dilakukan bersamaan dengan Cryosurgery atau Electrocautery. Pada beberapa kasus, pengobatan Keratosis Seboroik bisa menggunakan Kuretase saja.

Ablasi Ablasi adalah tindakan menguapkan jaringan Keratosis Seboroik dengan menggunakan laser. Tindakan ini memerlukan fokus dan perhatian dokter bedah atau dokter kulit agar tidak terjadi kesalahan. Anda tidak perlu bingung untuk menggunakan tindakan pengobatan yang mana. Dokter akan merekomendasikan tindakan pengobatan yang cocok dengan kondisi Keratosis Seboroik atau kutil tua yang Anda alami.

GEORG IGGERS HISTORIOGRAPHY IN THE TWENTIETH CENTURY PDF

KERATOSIS SEBOROIK ADALAH PDF

Photomicrograph showing abundant hyperkeratosis, acanthosis, pseudocysts and true horn cysts. Keloid Hypertrophic scar Cutis verticis gyrata. The etiology is not well-known, although heredity, sunlight and human papilloma virus HPV have been suggested as risk factors. Seborrheic keratoses American Academy of Dermatology If the growth looks like skin cancer, your dermatologist will likely shave off the growth with a blade or scrape it off.

FOUNDATIONS OF BILINGUAL EDUCATION AND BILINGUALISM COLIN BAKER PDF

KERATOSIS SEBOROIK

Oleh Widya Citra Andini Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Keratosis seboroik adalah pertumbuhan kulit non-kanker yang biasanya muncul pada orang tua. Biasanya jaringan kulit yang tumbuh berwarna cokelat hingga kehitaman. Wajah, dada, bahu, dan punggung termasuk bagian tubuh yang paling sering ditumbuhi jaringan abnormal ini. Namun, meski bisa muncul di bagian tubuh mana pun, jaringan ini umumnya tidak muncul di telapak tangan atau kaki. Kondisi ini tidak akan berkembang menjadi kanker atau penyakit kulit berbahaya lainnya.

LA PUERTA OLVIDADA DE PAUL MAAR EN PDF

Keratosis Seboroik

Keratosis seboroik memiliki banyak manifestasi klinik yang bisa dilihat, dan keratosis seboroik ini terbentuk dari proliferasi sel-sel epidermis kulit. Keratosis seboroik dapat muncul dalam berbagai bentuk lesi, bisa satu lesi ataupun tipe lesi yang banyak atau multipel. Walaupun tidak ada faktor etiologi khusus yang dapat diketahui, keratosis seboroik lebih sering muncul pada daerah yang terpapar sinar matahari, terutama pada daerah leher dan wajah, juga daerah ekstremitas. Angka frekuensi untuk munculnya keratosis seboroik terlihat meningkat seiring dengan peningkatan usia seseorang.

BFT ALTAIR PDF

Keratosis Seboroik: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dokter juga dapat menggunakan alat dermoskopi, yaitu kaca pembesar khusus untuk mengidentifikasi penyakit ini. Jika hasilnya menunjukkan adanya sel kanker, maka benjolan tersebut adalah Melanoma dan dokter akan menyarankan terapi yang sesuai. Penyebab Keratosis bersifat idiopatik karena dokter masih belum menemukan penyebab pasti. Namun, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan peluang terjadinya Keratosis Seboroik, seperti: Usia — semakin tua semakin berpeluang Riwayat keluarga — mempunyai anggota keluarga yang pernah mengalami Keratosis Seboroik Terlalu banyak terpapar sinar matahari Ras kulit putih Terapi hormon esterogen Gejala Keratosis Seboroik Sebagai sebuah masalah kelainan kulit, tentu saja pertumbuhan Keratosis Seboroik bisa diketahui oleh penderitanya dengan melihat adanya perubahan pada kulit. Perubahan kulit tersebut memiliki gejala tertentu bila memang Keratosis Seboroik Berikut ini adalah beberapa gejala Keratosis Seboroik: Berawal dari benjolan kecil Benjolan berkembang menjadi lebih tebal Berbentuk oval atau bulat Permukaan tidak rata atau kasar Umumnya tidak disertai dengan rasa gatal atau nyeri Apabila benjolan tersebut mudah berdarah atau berkembang sangat cepat, maka Anda patut curiga bila itu adalah kanker kulit. Pada tahap pertama, diagnosis yang akan dilakukan oleh dokter adalah menanyakan informasi terkait pada pasien termasuk gejala yang dialami. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mengamati benjolan kecil tersebut.

Related Articles