JURNAL PLATYHELMINTHES PDF

Super phylum : Platyzoa Phylum : Platyhelminthes Tubuh Platyhelminthes memiliki tiga lapisan sel triploblastik , yaitu ektoderm,mesoderm, dan endoderm. Platyhelminthes merupakan cacing yang mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral, dan tubuhnya pipih secara dorsoventral. Tubuhnya tidak bersegmen-segmen. Sementara yang hidup bebas ada yang berwarna cokelat, abu-abu, hitam,atau berwarna cerah.

Author:Arashibei Kazirn
Country:Argentina
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):19 December 2013
Pages:71
PDF File Size:7.45 Mb
ePub File Size:7.72 Mb
ISBN:612-9-18081-858-3
Downloads:79785
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Faele



Platyhelminthes adalah cacing berbentuk halus dan pipih, tripoblastik memiliki 3 lapisan embrionik serta aselomata tidak mempunyai rongga tubuh. Cacing ini ada pada air tawar, air laut serta di tanah yang lembab. Cacing trematoda dan Cacing pita adalah contoh cacing pipih yang bersifat parasit pada manusia dan hewan. Penyakit yang bisa ditimbulkan oleh kedua cacing ini yakni Taeniasis serta Trematodiasis.

Kerangka luar dan dalam sama sekali tidak ada sehingga tubuhnya lunak. Bagian yang keras hanya diketemukan pada kutikula, duri, dan gigi pencengkeram. Hewan ini tidak mempunyai rongga tubuh aceloem. Sistem pencernaan sama sekali tidak ada pada aceloem dan cacing pita, tetapi pada cacing pipih yang lain mempunyai mulut, faring, dan usus buntu. Serta tidak memiliki sistem pernafasan dan sistem peredaran darah. Dengan demikian, selain mencerna makanan, usus juga mengedarkan makanan ke seluruh tubuh.

Selain itu, cacing pipih juga melakukan pembuangan sisa makanan melalui mulut karena tidak memiliki anus. Cacing pipih tidak memiliki sistem transpor karena makanannya diedarkan melalui sistem gastrovaskuler. Dari kedua ganglion otak tersebut keluar tali saraf sisi yang memanjang di bagian kiri dan kanan tubuh yang dihubungkan dengan serabut saraf melintang. Bintik mata tersebut biasanya berjumlah sepasang dan terdapat di bagian anterior kepala.

Seluruh cacing pipih memiliki indra meraba dan sel kemoresptor di seluruh tubuhnya. Umumnya, cacing pipih memiliki sistem osmoregulasi yang disebut protonefridia. Sistem Pernafasan dan Sistem Peredaran Darah Platyhelminthes Cacing pipih belum mempunyai sistem peredaran darah dan sistem pernafasan Ciri-ciri Platyhelminthes Cacing pipih bersifat tripoblastik aselomata yakni memiliki 3 lapisan embrionik terdiri atas ectoderm, mesoderm dan endoderm, serta tidak memiliki rongga tubuh.

Rongga pencernaan tidak mempunyai anus. Mempunyai tubuh simetri bilateral. Tubuh lunak serta adanya silia pada epidermis tubuh. Biasanya Hidup sebagai parasit kecuali Planaria. Tidak mempunyai sistem sirkulasi.

Pernapasan dilakukan dengan permukaan tubuh serta ruang gastrovaskuler. Bersifat hemafrodit mempunyai 2 alat kelamin pada satu tubuh. Jenis-jenis Platyhelminthes Kelas Turbellaria Cacing pipih yang bergerak dengan cara menggetarkan bulu getarnya.

Biasabya hidup bebas di air asin dan air tawar. Contohnya adalah planaria sp yang hidup di sungai yang jernih, laut serta tempat yang lembab. Cacing tersebut adalah indicator terhadap pencemaran air. Cacing ini mempunyai bintik di kepalanya yang dapat membedakan terang dan gelap.

Cacing tersebut juga bersifat menjauhi cahaya. Reproduksi dilakukan secara aseksual dengan fragmentasi serta seksual dengan peleburan gamet jantan dan betina. Kelas Trematoda Trematoda adalah cacing pipih yang bersifat parasit pada manusia dan hewan.

Cacing ini mempunyai alat isap yang memiliki kait yang fungsinya guna melekatkan diri pada tubuh inangnya. Cacing ini memiliki kutikula yang fungsinya guna mencegah dirinya ikut terhisap oleh sel inangnya. Contoh cacing ini adalah Fasciola hepatica yang hidup pada hati domba, F. Gigantica pada hati sapi serta Schistosoma japonicum yang hidup pada pembuluh darah perut manusia.

Kelas Cestoda Cestoda atau cacing pita adalah cacing berbentuk pipih yang parasit pada manusia dan hewan. Pada kepala cacing ini ada kait yang fungsinya guna melekatkan diri pada usus inangnya. Cacing pita mempunyai tubuh yang bisa terbagi menjadi beberapa bagian yang disebut proglotid.

Proglotid ini ialah calon individu baru. Selama hidupnya cacing pita selalu membuat proglotid yang baru. Contoh dari cacing ini adalah Taenia saginata dan Taenia solium.

Proses pertukaran O2 serta CO2 dilakukan secara difusi dimana proses pertukaran itu dari tempat yang konsentrasinya tinggi ke konsentrasi yang rendah. Sistem Pencernaan Sistem pencernaan cacing tersebut belum sempurna. Sistem pencernaanya terdiri atas mulut, faring serta kerongkongan. Cacing ini tidak mempunyai anus sehingga sisa makanan dikeluarkan lagi lewat mulut.

Cacing ini mempunyai sistem pencernaan gastrovaskuler dimana saluran pencernaannya bercabang-cabang ke semua tubuh yang berperan sebagai usus. Sistem Saraf Sistem saraf mempunyai 2 ganglion pada ujung ventral tubuh. Yang mana akan keluar satu pasang saraf longitudinal menuju ke bagian tubuh posterior.

Diantara pasangan saraf itu dihubungkan oleh sejumlah saraf lateral. Sistem Reproduksi Sistem reproduksi bisa terjadi secara aseksual dan seksual. Secara aseksual, proses reproduksi terjadi secara fragmentasi sementara seksual terjadi dengan peleburan gamet jantan dan betina. Biasanya cacing tersebut bersifat hemafrodit yaitu dalam satu tubuh ada 2 alat kelamin jantan dan betina. Telur yang dihasilkan biasanya bersifat mikroskopis. Fertilisasi terjadi secara internal, baik sendiri maupun fertilisasi silang.

Struktur Tubuh Platyhelminthes Platyhelminthes mempunyai ukuran tubuh yang beragam. Ukuran tersebut bisa berupa ukuran yang mikroskopis sampai yang makroskopis dengan panjang 20 m seperti pada cacing Taenia solium.

Platyhelminthes mempunyai tubuh yang simetri bilateral yaitu tubuh bisa dibagi menjadi 2 bagian yang sama lewat pesawat pusat. Platyhelminthes adalah cacing yang bersifat tripoblastik aselomata yakni organisme yang memiliki 3 lapisan embrionik ectoderm, mesoderm dan endoderm dan aselomata yang mempunyai arti tidak mempunyai rongga tubuh. Mesoderm pada platyhelminthes tak mengalami spesialisasi sehingga sel-selnya namun seragam serta tidak membentuk sel khusus.

Sistem pencernaan platyhelminthes berupa sistem gastrovaskuler yakni peredaran makanan tidak lewat darah tapi lewat usus. Sistem pencernaan dimulai dari mulu, faring, serta kerongkongan. Selain itu cacing ini tidak mempunyai anus, sehingga sisa makanan dikeluarkan lewat mulut.

Sistem saraf berupa sistem saraf tangga tali. Pada platyhelminthes tingkat tinggi sistem saraf terdiri dari sel neuron yang kemudian terbagi lagi menjadi sel saraf sensori, sel saraf motoris serta sel asosiasi perantara.

Klasifikasi Platyhelminthes Berdasarkan struktur tubuhnya platyhelminthes digolongkan menjadi tiga kelas yaitu; Turbellaria cacing berambut getar Turbellaria adalah Platyhelminthes yang memiliki silia rambut getar pada permukaan tubuhnya yang berfungsi sebagai alat gerak.

Pada lapisan epidermis terdapat banyak sel kelenjar yang disebut rhabdoid yang berfungsi untuk melekat, membungkus mangsa, dan sebagai jejak lendir pada waktu merayap. Dibawah epidermis terdapat serabut-serabut otot melingkar, longitudinal, diagonal, dan dorsoventral sehingga Turbelaria mudah memutar dan meliuk-liuk. Semua cacing hisap adalah parasit, berbentuk silinder atau seperti daun. Panjang berkisar 1 cm hingga 6 cm.

Cacing ini memiliki penghisap untuk menempelkan diri ke organ internal atau permukaan luar inangnya, dan semacam kulit keras yang membantu melindungi parasit itu. Organ reproduksinya mengisi hampir keseluruhan bagian interior cacing hisap. Cestoda cacing pita Keberadaannya berjumlah sekitar spesies di seluruh dunia; hidup sebagai parasit dalam tubuh hewan.

Cacing pita Cestoda memiliki tubuh bentuk pipih, panjang antara 2 — 3m dan terdiri dari bagian kepala skoleks dan tubuh strobila. Kepala skoleks dilengkapi dengan lebih dari dua alat pengisap. Sedangkan setiap segmen yang menyusun strobila mengandung alat perkembangbiakan. Tubuhnya satu strobila tertutup oleh cuticula yang tebal; tidak berpigmen; tidak mempunyai tractus digestivus atau alat indera dalam bentuk dewasanya.

Makin ke posterior segmen makin melebar dan setiap segmen proglotid merupakan satu individu dan bersifat hermafrodit. Peranan Platyhelminthes Dalam Kehidupan Planaria menjadi salah satu makanan bagi organisme lain. Cacing hati maupun cacing pita merupakan parasit pada manusia Schistosoma sp, dapat menyebabkan skistosomiasis penyakit parasit yang ditularkan melalui siput air tawar pada manusia.

Apabila cacing tersebut berkembang di tubuh manusia, dapat terjadi kerusakan jaringan dan organ seperti kandung kemih, ureter, hati, limpa, dan ginjal manusia. Kerusakan tersebut disebabkan perkembangbiakan cacing schistosoma di dalam tubuh. Clonorchis sinensis yang menyebabkan infeksi cacing hati pada manusia dan hewan mamalia lainnya, spesies ini dapat menghisap darah manusia. Paragonimus sp, parasit pada paru-paru manusia.

Fasciolisis sp, parasit di dalam saluran pencernaan. Terjadinya radang di daerah gigitan, menyebabkan hipersekresi dari lapisan mukosa usus sehingga menyebabkan hambatan makanan yang lewat. Sebagai akibatnya adalah ulserasi, haemoragik dan absces pada dinding usus. Terjadi gejala diare kronis.

Cacing ini menghisap sari-sari makanan di usus manusia. Fascioliasis, disebabkan oleh Fasciola hepatica. Merupakan penyakit parasit yang menyerang semua jenis ternak. Hewan terserang ditandai dengan nafsu makan turun, kurus, selaput lendir mata pucat dan diare.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.

GUIA PARA CERTIFICACION - CCNA 640-801 ESPAOL PDF

Platyhelminthes adalah

Platyhelminthes adalah cacing berbentuk halus dan pipih, tripoblastik memiliki 3 lapisan embrionik serta aselomata tidak mempunyai rongga tubuh. Cacing ini ada pada air tawar, air laut serta di tanah yang lembab. Cacing trematoda dan Cacing pita adalah contoh cacing pipih yang bersifat parasit pada manusia dan hewan. Penyakit yang bisa ditimbulkan oleh kedua cacing ini yakni Taeniasis serta Trematodiasis. Kerangka luar dan dalam sama sekali tidak ada sehingga tubuhnya lunak. Bagian yang keras hanya diketemukan pada kutikula, duri, dan gigi pencengkeram. Hewan ini tidak mempunyai rongga tubuh aceloem.

ISPITIVANJE ELEKTRICNIH MASINA PDF

BIOLOGI Jl 1 2 3 CAMPBELL

Biologi Selamat datang di softilmu, blog pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi tentang Filum Platyhelmintes, beberapa topik utama yang akan kami bahas antara lain adalah Pengertian Platyhelminthes, Struktur dan Fungsi Tubuh Platyhelminthes, Sistem Organ Platyhelminthes, Ciri-Ciri platyhelminthes, dan Klasifikasi Platyhelminthes. Platyheminthes biasanya hidup bebas di laut atau di air tawar, adapula yang hidupnya parasit. Cacing ini kebanyakan bersifat hemafrodit, yaitu memiliki dua kelamin, jantan dan betina, dalam satu tubuh. Namun demikian mereka tetap melakukan perkawinan antara 2 individu. Platyhelmintes tidak memiliki sistem pernapasan dan sistem peredaran darah.

FARQUHARSON TEXTBOOK OF OPERATIVE GENERAL SURGERY PDF

Platyhelminthes

Hampir semua Turbellaria hidup bebas bukan parasit dan sebagian besar adalah hewan laut. Kebanyakan turbellaria berwarna bening, hitam, atau abu-abu. Namun, beberapa spesies laut, khususnya di turumbu karang, memiliki corak warna lebih cerah. Panjang mulai kurang dari 1 mm hingga 50 cm.

Related Articles